Siapa yang pernah merasakan tahulah betapa peritnya. Benarlah kata
pujangga,”sakit yang paling dahsyat ialah mencintai seseorang, tetapi
tidak berbalas.” Aneh sekali derita sakit putus cinta ini… benci, tapi
rindu. Dendam tapi sayang. Dunia terasa sempit, dada terasa mencengkam.
pujangga pernah berkata:
“Cintailah sesuatu itu sekadar saja, berkemungkinan ia akan menjadi kebencianmu pada suatu ketika, bencilah yang engkau benci itu sekadar saja, berkemungkinan ia akan menjadi kecintaanmu pada satu ketika.”
Putus cinta bukanlah pengakhiran segalanya. Ia adalah satu permulaan
yang baik jika ditangani dengan positif. Memanglah di awalnya kita rasa
sukar menerima hakikat. Tetapi percayalah… kita tetap ada Allah.
Semuanya dari Allah. Dan segala yang datang dari Allah ada baik belaka,
walaupun belum terserlah kebaikannya pada pandangan kita. Namun
yakinlah, pandangan kita terbatas, pandangan Allah Maha Luas. Sesuatu
yang kita cintai, belum tentu membawa kebaikan kepada kita. Manakala
sesuatu yang kita benci, belum tentu memudaratkan kita.
Sebagai hamba Allah, renungilah maksud firman Allah dalam surah Al Baqarah, ” Ada sesuatu perkara yang kamu cintai tetapi itu membawa keburukan kepada kamu. Ada pula sesuatu perkara yang kamu benci tetapi sebaliknya ia membawa kebaikan kepada kamu. Sedarlah kamu tidak mengetahui, Allah-lah yang lebih mengetahui.”
Kita inginkan orang yang kita cintai itu terus setia bersama kita.
Biar sampai menempuh alam perkahwinan, beranak cucu hingga ke akhir
hayat. Segala kata pengukuhan telah diberikan.
Vincent cerberus : “Cintailah sesuatu itu sekadar saja, berkemungkinan ia akan menjadi kebencianmu pada suatu ketika, bencilah yang engkau benci itu sekadar saja, berkemungkinan ia akan menjadi kecintaanmu pada satu ketika.”? tapi klau hati kita tetap dgn dia... walau kita benci kt dia.. kita tetap bersama dia, jgn sesekali kita curang kt dia.klau kita syg dia. :)
ReplyDelete